resensi b.indo

 Nama: Raharjo Putra Pamungkas

Kelas: XI MIPA 3

Resensi Bahasa Indonesia


Judul buku: Menuju Baik Itu Baik

Penulis: Panji Ramdana

Penerbit: MDP MEDIA

Kota terbit: Bandung

Tahun Terbit: 2016

Jumlah Halaman: 227 



Buku karya Panji Ramdana ini bisa dibilang merupakan kumpulan tulisan tentang pergolakan batin. Topiknya pun sangat beragam, mulai dari membahas soal cinta, keluarga, jodoh, hidup, dan curahan hati lainnya. Ada prosa, cerita pendek, juga puisi dalam buku ini.

Membaca tulisan demi tulisannya akan membuat kita seakan diajak untuk menyelami diri sendiri. Khususnya buat yang lagi galau soal jodoh (ehm), membaca tulisan-tulisan di buku ini bakal sangat mengaduk perasaan. Seperti dalam tulisan yang berjudul Jodoh Tidak Akan Tertukar.

"Sebab jodoh tidak akan tertukar, mungkin yang kita lakukan sekarang adalah sedang menjaga jodohnya orang lain. Karena itu, sudahilah hubungan tanpa ikatan itu. Bersabarlah dan ikhlaskanlah. Tidak ada ruginya jika saat ini kita tidak menjaga seseorang, bahkan bukankah lebih rugi jika kita menjaga seseorang yang ternyata menjadi milik orang lain? Terlebih dengan cara menjaga kita adalah salah? Semoga kita terhindari dalam hal itu."

Memiliki hubungan dengan lawan jenis sebelum menikah yang biasa di bilang dengan ‘pacar’. Bagi beberapa orang hal ini mungkin sudah biasa dan merupakan masa puber bahkan langkah serius untuk memilih pasangan yang cocok dan pas untuk di jadikan pasangan seumur hidup nantinya. Tapi ternyata ada satu hal yang selalu diabaikan oleh mereka yang berkata demikian, yaitu kemudaratan dan tidak menjaga mahramnya.

Tidak hanya menceritakan tentang kisah percintaan, tapi buku ini juga mengisahkan keluarga, sahabat dan diri kamu sendiri yang pada intinya untuk mengajak pembaca berjalan ke arah kebaikan. Membaca buku ini membuat saya merenungkan tentang pelajaran hidup di dunia dan apa sebenarnya tujuan Allah menciptakan manusia untuk hidup di dunia.

Saya rasa setiap orang menyimpan kegalauan sendiri dalam hatinya. Melalui kata-kata, sebuah kegalauan bisa jadi inspirasi. Membaca tulisan Panji membuat kita merasa tak sendiri. Ternyata apa yang kita rasakan saat ini juga pernah dirasakan oleh orang lain. Kesedihan yang kita punya pun juga pernah dirasakan oleh banyak orang di luar sana.

Komentar